Sunday, October 12, 2008

Ketakutan

Apa ciy sebenarnya takut itu?
yang pazti perasaan takut adalah perasaan yang membuat kita ingin menghindar, apapun akan kita lakukan untuk menghindari yang namanya takut itu, tak bisa dipungkiri selain ada rasa takut, manusia memiliki yang namanya berani, berani tidak lain adalah lawan dari takut itu sendiri, tak ada batasan khusus berani itu yang bagaimana dan takut itu seperti apa, orang dikatakan berani oleh orang lain jikalau ia dapat melakukan sesuatu yang orang lain takut melakukannya.
Namun, apa ciy takut yang hakiki itu?


secara harfiah,....takut kita terjadi karena akan terjadi hal yang buruk atau merugikan bagi dirinya.........
misal :
orang takut akan ketinggian karena jatuh itu sakit, orang yang trauma akan sesuatu karena hal buruk yang tlah dialami terulang, orang takut akan bangkrut karena miskin itu derita dan lain-lain

namun,
ketahuilah ketakutan terhadap duniawi adalah semu,
hidup manusia di sunia ini hanyalah sebuah ujian,
sebuah ujian dengan tingkat keadilan yang tinggi,
bayangkan qta saat ini sedang menghadapi ujian,
ujian UAN/SPMB/kerja misalnya,
betapa kerasnya qta berusaha,
betapa takutnya qta akan sebuah kegagalan,
betapa bahagianya kalo qta berhasil,
kemudian bagaimanakah dengan ujian hidup qta?
hampir qta acuhkan akan hal itu,

So,
seharusnya hanya 1 hal yang qta patut takutkan,
takut akan adzab Allah yang jelaz,
baik adzab di dunia maupun di akhirat,

Renungkanlah...............
  1. Apa yang engkau lakukan jikalau engkau sedang menghadapi wawancara kerja (asumsinya kerja dengan gaji tinggi) namun harus dilakukan ketika sholat jum'at dan harus dilakukan selama 2 jam?
  2. Apa yang engkau lakukan jikalau engkau sedang lapar dan harus mengantri makanan namun di sebelah anda ada seorang kakek yang kurus, kering dan sangat membutuhkan bantuan anda?
  3. Apa yang engkau lakukan jikalau engkau (seorang yang wibawa, kaya dan tampan) memilih seorang istri antara gadis yang cantik, kaya, bijaksana, wibawa namun bukan sekeyakinanmu dengan gadis yang sederhana, rajin, dan sekeyakinan?
Ketahuilah...............
misi setan adalah mejerumuskan manusia ke dalam jurang yang sangat dalam,
dan janganlah sekali-kali dirimu tertipu oleh tipu daya setan.................
selalu merenung, istighfar, ikhtiar dan yang paling utama adalah saling mengingatkan.....

Read More......

Friday, October 10, 2008

HILANGNYA ILMU

Rosululloh pernah bersabda (intinya coz gak hafal):
"Pada akhir zaman nanti, akan hilang ilmu di dunia ini",
kemudian sahabat (lupa namanya) menjawab:
"wahai Rosululloh, bagaimana ilmu bisa hilang dari dunia ini, padahal kami selalu menghafal Al-Qur'an dan anak kami akan menghafalnya juga begitu pula dengan anak-anaknya dan itu akan terus-menerus".

kemudian Rosul tersenyum,
"wahai ..#%^^.(lupa namanya), kau selama ini belum paham apa yang aq maksudkan"
"orang yahudi selalu membaca taurot, orang nasrani selalu membaca injil......."
...................................................................(lupa crita detailnya O.o)
intinya yang akan disampaikan oleh Rosul adalah
pada akhir zaman nanti, Al-Qur'an tak lebih hanyalah hanyalah sebagai bacaan,
manusia lupa apa sebenarnya alasan mengapa Al-Qur'an turun,
mereka tak sadar bahwa Al-Qur'an adalah pedoman manusia hidup di dunia ini.
Al-Qur'an tidak lagi digunakan sebagai pengetahuan dalam menyelsaikan masalah2 di dunia ini.
padahal sesungguhnya Al-Qur'an adalah benar-benar wahyu dari 4JJL, sang Rabb.
Marilah kita bersama-sama mempelajari Al-Qur'an dan mengamalkannya,
insya4JJL qta akan termasuk ke dalam orang-orang yang beruntung.......bahagia di dunia dan akhirat.

Read More......

Friday, October 3, 2008

About AS-SYAMS

Surah AS-SYAMS bermakna MATAHARI termasuk golongan surah-surah MAKKIYAH diturunkan sesudah surah Al-Qadar. Mengandungi 15 ayat 54 kalimat dan 247 huruf.Tersebut di dalam kitab Baidhawi bahawa Nabi saw. bersabda:
"Barang siapa yang mengaji (mempelajari) surah AL-BALAD niscaya dianugerahi Allah ta'ala akan dia sentosa dari amarah Allah ta'ala pada hari kiamat".



Artinya :
1. Demi (perhatikan) matahari dan cahayanya.
2. Dan (demi perhatikan) bulan apabila mengiringinya (ketika masuk matahari).
3. Dan (demi perhatikan) siang apabila menerangi (ia akan kelam malam).
4. Dan (demi perhatikan) malam apabila telah menutupinya (akan siang harinya).
5. Dan (demi perhatikan) langit dan Yang membangunnya (yaitu Allah).
6. Dan (demi perhatikan) bumi dan Yang menghamparkannya.
7. Dan (demi perhatikan) jiwa dan Yang menyempurnakannya.
8. Maka (lalu) diilhamkannya (oleh Allah jalan-jalan) kejahatan dan (jalan-jalan) takwa.
9. Sungguhnya telah mendapt kemenanganlah orang yang membersihkannya (dari pada segala dosanya).
10. Dan sungguhnya mendapat kerugianlah orang yang mengotorinya (dengan maksiat).



KETERANGAN

Dalam pembukaan surat ini Allah menyuruh kita memperhatikan suasana kejadian alam, pereadaran matahari, bulan, siang dan malam silih berganti. Allah juga menyuruh kita perhatikan kejadian bumi sebagai tempat tinggal kita dan langit serta binaannya yang kukuh, yang semua itu untuk memenuhi kebutuhan kita.
Kemudian disuruh perhatikan kepada kejadian manusia dan diilhamkan oleh Allah kepada tiap jiwa itu jalan-jalan untuk berbuat kebaikan atau kejahatan. Maka Allah menerangkan bahawa orang yang dapat membersihkan jiwanya
dari segala maksiat akan mendapat kemenangan dan kejayaan yang sebenar tetapi mereka yang mengotori jiwanya dangan segala maksiat akan mendapat kerugian.
Dari ayat ke 7 Allah menerangkan bahwa usaha dan perjuangan manusia dalam hidup ini telah ditakdirkan dari azali lagi. Segala sesuatu itu milik Allah termaksuk kita semua dan Allah berhak terhadap ciptaan-Nya. Dahulu ada seorang dari suku Juhainah atau Muzainah datang kepada Nabi saw. Ialu bertanya "Ya Rasulullah apakah usaha perjuangan manusia ini sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atas mereka, atau memang usaha mereka terhadap sesuatu yang masih belum diketahui untuk dituntut dan dijadikan bukti?"
Jawab Nabi saw.: "Bahkan semua itu telah ditadirkan Allah atas mereka".
Dia bertanya pula: "Jika demikian untuk apakah kita berusaha?".
Jawab Nabi saw.:"Siapa yang dijadikan untuk sesuatu maka tersedia baginya kemudahannya, seperti firman Allah: "Qad aflaha man akkaa ha waqqad khaa ba man dassaa haa wanafsin wamaa sawwaa ha' a'alhamahaa fujuu raha wataqwa haa" (seperti ayat 8 hingga ayat 10).


Ibn Abbas ra. berkata Biasa Nabi saw. jika membaca ayat ini
lalu berhenti dan berdoa:
(Allahumma aati nafsi taqwaa haa wazakkihaa anta khairu man zakkaa ha anta waliyuhaa wamaulaa haa)
"Ya Allah berilah pada diriku takwanya, dan bersihkanlah, Engkau sebaik-baik yang membersihkannya, Engkau, Tuhan yang memimpin dan melindunginya".
HR. Afthabarani,Ibn Abi Hatim juga meriwayatkan dari Abu Hurairah ra.


Read More......